Pulang

Writing by admin on Sunday, 7 of October , 2007 at 8:44 pm

Tengoklah kisah nyata di Bandara Hyderabat, India, beberapa tahun yang lalu. Sebuah keluarga Amerika dengan dua anak kecil, kelahiran India, antre di bagian imigrasi untuk kembali ke Amerika. Si ayah berkata kepada anak-anaknya, “Kita akan pulang,” namun istrinya menyahut, “Kita bicara mengenai pulang. Mengenai rumah. Tapi manakah sebetulnya rumah kita?”

Keluarga itu tampaknya lebih suka tinggal di luar negeri, dan sekali tempo kembali ke Amerika untuk kemudian pergi lagi ke luar negeri. Orang-orang semacam ini tidak kenal makna pulang dalam arti sebenarnya, karena pulang bagi mereka hanyalah sementara. Tipe orang semacam ini banyak, tetapi, lebih banyak yang akhirnya ingin pulang dalam arti sebenarnya.

Jiwa petualangan, sementara itu, justru bukan milik orang-orang yang tidak suka pulang. Kalau kita percaya pada ungkapan De Bonald, “sastra adalah ungkapan perasaan masyarakat,” (Wellek & Warren. Theory of Literature) dan karena itu tokoh-tokoh dalam sastra juga ungkapan pribadi- pribadi yang memang ada dalam realita, maka, para petualang seperti Robison Crusoe akhirnya ingin pulang pula.

Ingat pulalah tesis Carl Gustav Jung mengenai Kritik Arketipal. Dalam mitologi, menurut Jung, pasti ada berbagai tipe dewa atau makhluk-makhluk lain dengan cirinya masing-masing, seperti misalnya tipe kejam, pendendam, pengampun, dan sebagainya. yang ternyata juga ada dalam kehidupan manusia, termasuk tipe petualang yang akhirnya ingin pulang.
(Read more…)

Comments (1)

Category: Artikel Opini

Membendung “Brain Drain”

Writing by admin on Thursday, 4 of October , 2007 at 9:16 pm

Kompas, Kamis, 04 Oktober 2007

Oleh: Amich Alhumami

Para sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang berkutat dengan kerja-kerja akademik sering disergap pertanyaan klasik, mengapa terjadi kesenjangan besar antara negara maju yang kaya di bagian utara dan negara-negara berkembang yang miskin di selatan?

Mengapa pendapatan per kapita bangsa-bangsa di belahan dunia yang berbeda itu timpang berkali-kali lipat? Bagi yang menekuni kajian ekonomi pembangunan, jawaban ringkas atas pertanyaan kuno itu adalah perbedaan tingkat pendidikan penduduk di setiap negara. Maka, negara-negara berkembang perlu berupaya keras meningkatkan kesempatan pendidikan bagi penduduknya sampai level tertinggi. Hal itu karena pendidikan berkorelasi dengan kemajuan dan kemakmuran, yang tercermin pada pendapatan tinggi. Mereka yang berpendidikan tinggi akan terbuka berbagai pilihan pekerjaan yang dapat meningkatkan pendapatan.
(Read more…)

Comments (1)

Category: Artikel Opini

Pemerintah kaji pembebasan fiskal kuliah luar negeri

Writing by admin on Monday, 24 of September , 2007 at 7:59 pm

SYDNEY: Pemerintah Indonesia akan mengkaji kemungkinan memberikan keringanan atau membebaskan kewajiban fiskal bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti pendidikan formal di luar negeri.

Hal ini dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada anggota Persatuan pelajar Indoensia (PPI), di Sydney, hari ini.

Dia mengatakan lebih lanjut tentang kebijakan membebaskan fiskal bagi pelajar Indonesia di seluruh dunia akan di bahas Menteri Keuangan dengan jajarannya, termasuk Dirjen Pajak, sehingga dapat diketahui apakah kebijakan ini dapat diterapkan.
(Read more…)

Leave a comment

Category: Kliping Media

Hasil Konferensi

Writing by admin on Monday, 24 of September , 2007 at 3:02 pm

HASIL DAN REKOMENDASI
KONFERENSI INTERNASIONAL PELAJAR INDONESIA 2007
Sydney, 8-9 September 2007

Setelah melakukan konferensi selama dua hari, kami peserta Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2007 bersepakat untuk membuat jejaring PPI se-dunia melalui pembentukan media interaksi dan komunikasi, di antaranya dengan pembuatan situs (website) dan senarai surat elektronik (mailing list) dalam rangka membentuk Jejaring Organisasi Pelajar Indonesia di Luar Negeri (Overseas Indonesian Students Associations Alliance) yang terbuka untuk seluruh organisasi pelajar Indonesia di luar negeri.

Setelah mencermati kondisi bangsa Indonesia dalam membangun kemampuan dan daya saing, maka kami merekomendasikan kepada pemerintah Republik Indonesia hal-hal sebagai berikut:
(Read more…)

Comments (2)

Category: Hasil Konferensi

Press Release KIPI: Hari Kedua

“Raihlah Doktor dan Berdirilah Di atas Kakimu Sendiri”

Writing by admin on Monday, 24 of September , 2007 at 2:54 pm

Demikianlah nasihat Begawan Ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Emil Salim, kepada para peserta KIPI 2007 di hari kedua tanggal 9 september 2007 saat memberikan orasi bersama Menko Ekuin, Prof. Dr. Budiono dan Mensesneg Hatta Radjasa yang dimoderatori oleh Atase Pendidikan KBRI Canberra, Dr. Agus Sartono, MBA. Dalam dunia global yang sangat kompetitif saat ini, tambah Penasihat Presiden ini, lulusan S1 dan S2 tidak lagi cukup untuk memenuhi kualifikasi intelektual Indonesia.

Sementara Prof. Dr. Budiono menekankan bahwa pembangunan Indonesia baik di bidang ekonomi dan politik sudah berada dalam track yang benar, dan ke depan para mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri yang harus menjadi frontliners mengisi pembangunan ke depan.

Hanya saja menurut Mensesneg Hatta Radjasa, yang dibutuhkan saat ini untuk menuju kemajuan Indonesia 2025 adalah membentuk stabilitas politik dan kohensi sosial. Menyinggung tema KIPI 2007 tentang Membangun Daya Saing Bangsa: Pulang atau Mengabdi dari Jauh, politisi PAN ini mengatakan bahwa tidak masalah apakah mahasiswa Indonesia mau pulang atau menetap di luar negeri.
(Read more…)

Leave a comment

Category: Press Release

Web Design of SEO Optimized Theme is created by Hostseeq Designer

Konferensi Internasional Pelajar Indonesia
Sydney - 2007

Saban tahun, silih berganti, ribuan pelajar Indonesia datang dan menimba ilmu di negara-negara maju baik di Barat maupun Timur. Hilir mudik arus peningkatan intelektualisme ini dimungkinkan secara kontinyu berkat berbagai tawaran beasiswa dari institusi kampus atau negara maupun karena kemampuan ekonomi sebagian kalangan di Indonesia yang mampu membiayai sendiri pendidikan keluarganya.

Hendak mengapa dan kemana mereka?